Luar Biasanya Persalinan Keduaku

Pengalaman melahirkan pasti selalu beda pada tiap anak. Seperti anak kedua saya ini luar biasa jauh beda dengan kakaknya. Bermula dari kehadiran si utun yang tiba-tiba sudah berumur 3 bulan dan tidak diketahui kedatangannya. Saya pikir cuma masuk angin biasa dan pegal-pegal yang berkepanjangan, untungnya pak suami sigap langsung beli testpack. Alhamdulillah, ternyata positif. Antara kaget, bingung dan bahagia karena sebelumnya butuh perjuangan bertahun-tahun supaya bisa dapat si garis dua merah ini. Selama 6 bulan sisanya, barulah saya merasakan luar biasanya mengurus batita sembari hamil. Butuh stamina dan fisik yang kuat, buibuk. Tentunya tingkat kesabaran juga harus digandakan. Saran saya, rajin-rajinlah olahraga seperti senam hamil atau jalan kaki, dan rajin-rajinlah berdoa dan mengaji supaya Allah kasih kita kekuatan dan kesabaran. Alhamdulillah si utun ini sangat tahan banting sekali. Apapun gerakan spontan kakaknya (baca: tendangan, pukulan, smack down, dll), si utun tetap tenang dan santai di dalam sana. Saya pun minim keluhan dan tidak ada mual muntah, hanya nyeri cangkeng dan nyeri sendi biasa. Tiga hari sebelum lahiran, Qadarullah saya sempet demam, tertular Razy yang tertular suami yang ujungnya juga menularkan enin nya Razy. Padahal Enin udah siap siaga mau mengasuh Razy kalau saya mulai mules-mules. Kami sekeluarga demam, batuk pilek yang lumayan berat.

Hari Jumat jam 3 pagi saya sudah merasakan kontraksi tiap 30 menit sekali, ingat pengalaman lahiran Razy yang menunggu pembukaan sampai 2 hari jadilah saya santai, bobok lagi, leyeh-leyeh dulu. Tapi kok jam 7 pagi jeda kontraksinya sudah makin singkat? Langsung mandi dan keramaslah mamak, Alhamdulillah masih sempet blow rambut dulu, padahal udh 15 menit sekali kontraksinya sampai sempat ambil posisi sujud nahan mules. Karena pagi itu belum ada yg bisa dititipin Razy, akhirnya kakak juga dibawa ke rumah sakit, belum mandi dan cuek dengan piyama traktornya. Masih teringat rasanya mules kontraksi di kursi belakang mobil ditemani kakak Razy yang baru bangun dan ngelamun santai lihat pemandangan di luar jendela. Sambil saya sesekali mengingatkan suami untuk tidak nge-rem mendadak. (Baca: mengingatkan = teriak agak keras sedikit). Batuk pun saya tahan karena rasanya tiap batuk, mules menghampiri dan ingin langsung brojol. Sampai IGD RSIA Grha Bunda sekitar jam 08.15, saya turun sendiri masuk ruangan karena suami harus parkir sekalian ngurus kakak Razy dulu. Bu satpam sampe bingung nanya, “Ada yang bisa dibantu,bu?” Mungkin dia pikir saya salah masuk kali ya, padahal kelihatan jelas muka saya udah amburadul ga puguh. “Mba, ini udh 10 menit sekali kontraksi kayanya bentar lagi brojol”. Langsung saya diurus bidan dan perawat yang ada disana. Masuk ruangan rekam jantung, tapi mulesnya makin menjadi, sampai saya minta berhenti rekam jantung. Setelah dicek ternyata sudah pembukaan 8. Wow! Alhamdulillah.

Tidak lama, Razy dijemput mertua, jadi suami bisa fokus menemani saya. Selagi suami mengurus administrasi, saya dipindahkan ke ruang bersalin, dr. Leri Septiani juga sudah datang dan langsung cek dalam.. eehh ternyata udah pembukaan 10, “boleh ngeden,ya bu”. Dan sekitar 6-7 kali saya ambil nafas buang nafas, muntah, ngeden, muntah, ngeden lagi lalu plop! Muncullah Razan jam 09.19 Masha Allah Alhamdulillah.. pembukaannya cepat sekali. Suami dimana? Masih mengisi formulir administrasi. Untunglah bidan dan perawat disana super baik dan terus menerus kasih semangat. Ada saat dimana saya merasa tidak mampu ngeden karena kehabisan tenaga, tapi bidannya tetap suportif “Dikit lagi bu, ibu hebat ngedennya, nih udh tinggal dikit lagi dedeknya keluar”. Dan pas pak suami masuk ruang bersalin sempet mikir salah kamar karena loh kok udah ada bayi?

Alhamdulillah, sempat merasakan pembukaan 2 hari di rumah sakit pas anak pertama, dan sempat merasakan juga pembukaan 1 jam saja di rumah sakit. Bersyukur lahiran kedua ini sangat lancar, apalagi ditemani dokter, perawat dan bidan- bidan super baik dan gercep. Plus, pulang dari rumah sakit dapat hadiah pula dari RS Grha Bunda.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبانِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” (ar-Rahman: 13).

Intip 10 barang must have items untuk bepergian bersama si kecil yuk!

 

_DSC0930-01_DSC0924-01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s