Wanita, Keluarga dan Karir

Bagi para ibu yang baru melahirkan atau yang memiliki batita, pasti mengalami perubahan rutinitas terutama mereka yang baru pertamakali memiliki seorang anak. Saya yakin semua ibu jaman now adalah wanita-wanita hebat dengan karir atau kegiatan luar biasa dalam hidupnya. Tapi, saat memiliki buah hati, prioritas pertama tentu saja beralih dari bekerja menjadi mengurus dan memenuhi kebutuhan si kecil. Tak jarang banyak ibu yang akhirnya mengalami baby blues atau sedih berkepanjangan, karena setiap harinya selama 24 jam, seorang ibu harus selalu siaga dan menemani sang bayi. Yang biasanya aktif berkegiatan diluar rumah, jadi terbiasa diam di rumah dan mengurus keperluan rumah tangga. Lebih-lebih lagi bagi ibu yang tidak memiliki asisten rumah tangga, biasanya semakin aktif menyetrika, mencuci dan memasak sebanyak dua kali lipat dari biasanya. Sekilas kok nampak lelah dan tidak menarik ya jadi seorang ibu rumah tangga?

Tapi tahukah, buibuk?

Makna ibu rumah tangga yang diam di rumah tentunya tidak harfiah hanya diam dan melamun saja. Bagi seorang wanita yang mengurus keluarga, serta merawat dan menjaga kebersihan rumah, akan mendapatkan pahala yang banyak.  Bahkan bisa dapat pahala jihad sama seperti pahala laki-laki yang pergi ke medan perang.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia mengatakan :

جئن النساء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجال بالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك به عمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدرك عمل المجاهدين  في سبيل الله”.

Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya  maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim surat Al Ahzab 33)

Wow! Sungguh mulia bagi wanita yang fokus mengurus anak dan rumah tangganya. Dan lebih menggiurkannya lagi, wanita yang menjalani ketetapan Allah di bawah ini, dijamin masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Nah, sudah tahu kan ganjarannya menjadi ibu rumah tangga yang diam di rumah? Bukan berarti tidak bisa berkarir. Memang karir yang dipilih tidak bisa sebebas ketika kita masih single. Tentunya butuh disesuaikan dengan kondisi kita saat ini dan harus dengan seijin suami. Pilihan yang pasti tepat adalah berkarir dalam pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Toh, jaman sekarang sudah serba enak, semua bisa dilakukan melalui internet. Kita bisa tetap berada di rumah sambil berkarir atau berdagang. Tinggal pintar-pintarnya kita menyiasati untuk berkarir disela-sela menjadi ibu yang baik sesuai syariat.

Mencoba menjalani kehidupan ibu rumah tangga di rumah tanpa drama, ternyata banyak manfaatnya bagi saya dan keluarga. Dari pengalaman saya, ada 4 hal yang kalau dijalani secara konsisten di rumah bisa mendatangkan banyak maslahat bagi kita yang memilih full time sebagai ibu rumah tangga.

Pertama, tidak melakukan ibadah di waktu sisa. Selalu sediakan waktu untuk ibadah, baik itu solat 5 waktu, mengaji, ataupun mendengarkan kajian lewat youtube. Karena bagaimanapun juga, manusia diciptakan untuk beribadah. Dan hanya Allah yang bisa melancarkan semua kegiatan kita. Apalagi kita sudah menjadi seorang ibu, perlu memperbanyak ilmu untuk mendidik anak kita di rumah dan selalu mendoakan anak kita agar nantinya menjadi anak yang soleh.

Kedua, memaksimalkan waktu dengan cara do it now, hasilnya sangat efektif dan kondusif. Setiap ada sisa waktu, saya manfaatkan dengan mengisi kegiatan lain yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Contoh, biasanya saya menyediakan waktu sekitar satu jam untuk memberi makan Razy. Dan ketika anak lagi lahap makannya dan selesai lebih cepat, sisa waktunya saya manfaatkan untuk kegiatan lain seperti membereskan rumah atau bekerja, di saat itu juga.

Ketiga, maximum multitasking. Misalnya, saat sedang melakukan aktifitas monoton seperti menjemur, menyetrika atau mencuci,  saya lakukan sambil brain stroming dengan mengembangkan ide-ide, memikirkan tahapan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan impian, membuat jadwal harian, menguraikan things to do, mencari ide desain untuk proyek selanjutnya, bahkan sampai merenungi kesalahan masa lalu sebagai motivasi agar saya lebih baik lagi ke depannya. Contoh lain, saat anak lagi tidur, saya manfaatkan dengan olahraga atau menulis. Dan ketika masuk waktu makan bayi, saya bisa santai nonton TV sambil menyuapi Razy. Dengan catatan buah hati kita membelakangi TV ya, supaya fokusnya tetap ke makanan.

Keempat, tetap menjadi istri bagi suami. Banyak wanita yang akhirnya melupakan kewajibannya sebagai seorang istri setelah menjadi ibu. Alasannya sih demi anak. Ingat ya buibuk, suami adalah salah satu pintu surga bagi kita. Jadi jangan lupakan hak suami. Dan rajin-rajinlah merawat diri. Dijamin kehidupan rumah tangga selalu harmonis dan sejahtera. In Shaa Allah rejekipun lancar jaya.

Begitulah setitik tips dari saya yang masih mencari-cari formula agar bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, terutama disaat datang bulan yang membuat kontrol emosi dan ego masih lebih sulit ketimbang bikin thesis. Tetap semangaaat, ibu-ibu hebat!!

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Wanita, Keluarga dan Karir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s