Contekan untuk Mamak Baru

Sudah 4,5 bulan sejak Baby Razy hadir di dunia ini. Dulu, selama hamil, saya sibuk menyiapkan kebutuhan Razy mulai dari kebutuhan fisik sampai kebutuhan perkembangan dirinya. Seperti perawatan tubuh bayi, tempat tidur bayi, baju-baju mungil, dot, popok, sampai ke buku kain untuk perkembangan otaknya. Tentunya beli barang  secara online di e-commerce yang bebas ongkir jadi lebih hemat ya,ibu-ibu. Tapi ternyata, bukan cuma bayi yang butuh persiapan. Sang ibu pun harus diberikan curahan perhatian apalagi setelah melahirkan, supaya tetap waras dan ceria. Sebelum melahirkan, beberapa teman saya yang aktif kehidupan sosialnya, banyak yang mengalami perubahan emosi bahkan hingga depresi setelah bayinya lahir.   Yap! mereka terkena baby blues, suatu kondisi berupa gangguan emosi ringan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu setelah ibu melahirkan (menurut the Asian Parent). Alhamdulillah, saya tidak mengalami baby blues karena sebelum baby razy muncul, saya diospek dan diinisiasi oleh teman-teman yang sudah memiliki anak 3 atau 4 tentang kesiapan diri memiliki seorang anak. Kalau dirunut, tips and trik dari mereka panjang seperti rambut rapunzel. Saya coba rangkum jadi beberapa poin ya.

Yang pertama dan paling penting. Minta dukungan dari pasangan atau orangtua.  Mengurus anak itu tidak bisa sendirian, harus ada kerjasama dengan pasangan. Ibu baru yang masih belum terbiasa dengan kebiasaan si kecil, pasti jadwal tidurnya amburadul bikin hati ingin senggol bacok. Nah, di saat seperti ini bisa minta dukungan dari suami atau orangtua, gantian untuk mengganti popok si kecil atau menyusui pakai dot (atau cup feeder sesuai anjuran dokter). Mamak bisa mandi dengan tenang. Percayalah, mandi dan tidur akan menjadi sesuatu yang mewah setelah kita menjadi seorang Ibu.

Yang kedua. Tetap menjaga komunikasi dengan sahabat dan teman-teman. Bertemu 1 atau 2 jam bisa me-recharge diri kita sendiri.  Sekedar sharing sangat bermanfaat bagi emosi ibu. Apalagi kalau bisa hadir di majelis ilmu, semakin penuh energi batinnya. Kalau ibu bahagia, suasana rumah pasti ceria.

Yang ketiga. Turunkan standar kita. Mungkin kita perfeksionis akan kerapian saat masih sendiri (baca: belum ada baby). Tapi setelah hadir bayi mungil, turunkanlah standarmu wahai ibu-ibu. Bukan berarti artinya tidak menjaga kebersihan rumah ya. Tapi sesekali melihat buku berantakan, atau cucian menumpuk, botol susu belum dicuci dan pemandangan tidak indah lainnya, itu tidak apa-apa loh, bu. Daripada stress memikirkan itu semua, lebih baik tidur atau susui bayi kita. Nah, setelah bayi kita tidur nyenyak, barulah membereskan semuanya semampu kita. Jangan terlalu memaksakan diri, atau nanti kita sakit pinggang. Malah repot. Seperti saya.

Yang keempat. Olahraga. Setelah 40 hari dari hari melahirkan. Mulailah berolahraga. Sekilas, olahraga ini nampak sepele, tapi ternyata manfaatnya besar sekali. Seorang ibu, tidak boleh sakit. Karena kalau ibu sakit, terganggulah kestabilan negara (dikutip dari ibu ranie untara). Nanti siapa dong yang nenenin bayinya?  Selain bikin bugar dan sehat, olahraga sudah pasti menurunkan berat badan. Cocok kan buat ibu-ibu setelah melahirkan? Tak ada lagi kata-kata “mirip kulkas” atau “ikan paus”

Yang kelima. Menjaga kebersihan organ intim. Ini juga tidak kalah penting loh, ibu-ibu, setelah jahitan pulih, tentunya ingin memiliki waktu berkualitas dengan suami kan? Nah, organ intim harus dijaga kebersihannya. Biasanya setelah melahirkan normal, ada tamu nyebelin yang datang dan tak pulang-pulang. Namanya Ke-pu-tih-an. Dulu jaman nenek moyang, ada ramuan yang ampuh yaitu godokan sirih. Hari gini, agak repot juga ya kalau harus godok sirih sendiri. Inginnya yang praktis supaya waktunya bisa dipakai buat bobo cantik. Beruntunglah di era modern ini, semua memang serba praktis. Godokan sirih sekarang dijual di supermarket dalam bentuk botol. Saya coba pakai Resik V Godokan Sirih. Di botolnya tertulis rebusan daun sirih dan antiseptik alami. Wow, oke banget nih produk herbal. Apalagi mengandung rumput Fatimah yang bisa membuat pH daerah kewanitaan menjadi normal sesuai kebutuhan. Lebih aman pastinya, terlebih ini buat organ intim, agak seram kalau pakai yang ada kimianya. Pengalaman saya coba Resik V, si putih tidak langsung hilang di awal pemakaian. Tamu nyebelin ini justru diluruhkan dulu perlahan-lahan. Baru deh setelah beberapa hari pemakaian, keputihan hilang dan rasanya jadi nyaman lagi. Wanita manapun wajib coba ini, menurut saya. Very recommended!

Nah, sementara segini dulu tips dan saran dari saya dan beberapa mamak lainnya. Semoga kita selalu bahagia jiwa, batin dan sehat raganya. Aamiin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s