Bugar Saat Hamil

Heyho! Kali ini saya akan mengulas tentang senam hamil ataupun prenatal yoga di tiga tempat area Bandung. Inginnya sih coba beberapa tempat lainnya, tapi setelah cocok dengan tempat senam yang nyaman, langsung malas pindah ke lain tempat hehe. Selama hamil, selain senam dan yoga, saya pun rajin berenang. Menurut penelitian, ketiga olahraga ini sangat baik untuk ibu hamil. Berenang merupakan olahraga low-impact yang tidak memberikan tekanan besar sehingga aman bagi ibu hamil, jadi kita tidak perlu khawatir akan terkilir akibat perubahan bentuk badan dan kenaikan berat badan. Selain itu juga bagus untuk sirkulasi darah, melatih pernapasan, menjaga asupan oksigen ibu dan janin, menjaga daya tahan tubuh, dan masih banyak manfaat lainnya. Tapi ingat ya ibu-ibu, berenang bagi ibu hamil ada syaratnya. Dari beberapa sumber, sebaiknya berenang dilakukan sebelum pukul 10 pagi dengan durasi hanya 15-20 menit. Gerakannya pun tidak boleh menyentak, lakukan gaya katak dan gaya bebas dengan santai selama berenang. Lebih baik lagi kalau kita konsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga berenang secara rutin.

Bagi ibu-ibu yang tidak suka berenang, bisa melakukan senam dan yoga. Manfaatnya bagi fisik sama seperti berenang. Bedanya, dalam kelas senam dan yoga ini biasanya emosi dan batin kita ikut dilatih sehingga sangat membantu untuk relaksasi diri dan menjalin ikatan dengan jabang bayi. Ini penting banget menurut saya, karena emosi ibu hamil kadang suka tidak stabil. Selain itu, dalam prenatal yoga, kita akan melakukan gerakan-gerakan untuk melatih otot pinggul agar saat melahirkan nanti otot pinggul kita sudah siap, terutama bagi yang ingin melahirkan secara normal. Saya pernah mengalami posisi janin sungsang pada saat masuk trimester tiga. Sedihnya bukan main, karena impian melahirkan normal seolah-olah sirna perlahan, maklum ya ibu hamil kadang suka sensitif. Tapi karena tekad bulad ingin lahiran normal, akhirnya saya rutin senam dan yoga hamil, ditambah selalu melakukan posisi sujud di rumah 3-5x sehari, lebih bagus lagi sambil ngepel lantai. Selain badan sehat, posisi janin normal, rumah pun bersih. Alhamdulillah, saat kontrol ke dokter berikutnya, posisi si Utun sudah kembali normal dengan kepala di bawah.

Berikut ini ulasan tempat senam hamil dan prenatal yoga yang rutin dan pernah saya ikuti kelasnya:

Rumah Sakit Limijati

Jl. Martadinata no 39

Telp: 022 4207770

Biaya : Rp.50.000/kedatangan

Jadwal Kelas : Setiap hari kecuali hari Minggu

Waktu : Senin – Jumat pk.16.30 dan Sabtu pk.11.00

Saya paling sering mengikuti kelas di RS Limijati, karena biasanya jadwal kontrol ke dokter bersamaan dengan jadwal yoga. Sambil menunggu antrian dokter yang berjam-jam, sambil saya senam. Efektif waktu! Kelasnya bersih dan cukup luas dengan nuansa pink, disediakan rak penyimpanan tas dan sepatu, serta tempat ganti baju.

Saat kita datang, matras dan balok sudah disediakan dan siap pakai, jadi kita tidak perlu repot angkut-angkut gelar matras sendiri.

Instrukturnya adalah bidan dari rumah sakit. Biasanya di akhir kelas, bidan akan memberikan edukasi seputar persalinan dan persiapan kita menyambut kehadiran dedek bayi. Kalau beruntung, kadang ada mas-mas yang datang untuk demo produk, dan kita dapat hadiah/merchandise. Setiap sesi kelas, kita selalu diberi snack dan jus yang lumayan bikin kenyang perut setelah berolahraga. Tapi, yang perlu diperhatikan, tidak setiap hari selalu menggunakan metode yoga, ada hari tertentu kelas ini memakai metode pilates yang hanya bisa diikuti bumil di trimester 3. Menurut saya ,metode pilates ini lebih capek, tapi berguna banget untuk melenturkan otot-otot pinggang dan panggul untuk persiapan lahiran. Kalau mau santai tapi tetap sehat, ikuti kelas yoga saja.

 

 

Galenia MCC

Jl. Badak Singa no 8

Telp: 022 2501288

Biaya : Rp.80.000/kedatangan

Jadwal Kelas : Selasa dan Sabtu pk.10.00, Kamis pk.15.00

Instruktur di kelas Galenia ini adalah instruktur yoga profesional, Mbak Nena namanya. Orangnya ramah, sangat friendly, senang mengobrol dan sering sharing ilmu mengenai proses melahirkan beserta tipsnya. Selain itu, Mbak Nena paham betul soal anatomi tubuh, termasuk postur, otot, sendi, dan tulang. Sesi prenatal yoga ini termasuk cukup berat menurut saya, apalagi kalau sebelumnya kita tidak pernah ikut yoga, pasti bakal ngos-ngosan. Semua otot kita benar-benar dilatih secara detail untuk persiapan melahirkan. Peralihan dari satu gerakan ke gerakan lain pun sangat intens dan cepat.  Mbak Nena tidak segan untuk memperbaiki gestur dan gerakan kita. Suatu kali saya pernah melakukan pose warrior 1, dan ternyata langkah saya kurang lebar.

Setelah Mba Nena memperbaikin pose saya, terasalah semua otot meregang seolah-olah tubuh saya adalah karet kaku yang ditarik dua arah. Awalnya memang pegal dan banjir keringat, tapi lama kelamaan tubuh saya terasa ringan dan lebih bugar. Galenia menyediakan matras dan balok, tapi kita harus mempersiapkan sendiri dengan mengambilnya di gudang, yang menyatu dengan ruang ganti. Kelasnya bersih tapi tidak terlalu luas. Setiap kedatangan, kita akan dikasih hadiah shampoo/sabun bayi dan tissue basah/breastpad. Biaya akan lebih murah kalau kita mengambil paket per 4x kedatangan. Kalau yoga disini, jangan lupa bereskan peralatannya setelah selesai sesi latihan dan jangan lupa bawa botol air minum sendiri yaa.

 

Rumah Bersalin Harapan Keluarga

Jl. Pasir Salam Raya I no 6-8

Telp: 022 5228310

Biaya:   Rp.100.000/kedatangan&registrasi atau

Rp.100.000/3x kedatangan dan

Rp.150.000/ kedatangan untuk couple yoga

Jadwal Kelas: Rabu pk.16.00 dan Sabtu pk.09.00 untuk prenatal yoga reguler

Saya hanya ikut sekali kelas yoga disini dan itupun couple yoga. Sensasinya memang berbeda kalau yoga berpasangan dengan suami. Gerakannya berbeda dengan prenatal yoga umumnya, karena semua dilakukan berdua. Saran saya, jangan ambil kelas ini kalau suami tukang ngebodor. Karena akan ada gerakan berhadapan dan bertatapan sambil melakukan pose-pose yang lumayan bikin pengen ketawa. Apalagi kalo suami datang dengan perut kosong, tiba-tiba di tengah sesi yang saling bertatapan, dia berbisik “Aku lapar”. Buyarlah konsentrasi. Selain couple yoga, saya belum coba kelas yang lain. Tapi, bidan yang menjadi instrukturnya ramah dan baik semua. Kelasnya luas, matras dan kursinya lucu. Di samping tiap matras, sudah disiapkan meja kecil dengan tulisan nama kita, beserta sepiring kue-kue, air minum dan hadiah dari sponsor (waktu itu saya dapat susu Prenagen dan Herbana). Kelas yoga couple ini merupakan salah satu sesi dari serangkaian workshop yang rutin diadakan tiap bulan oleh RS Harapan Keluarga. Jadi, jadwalnya tidak tetap seperti kelas prenatal yoga reguler. Ada baiknya booking dari jauh hari jika tertarik ikut kelas ini, karena setahu saya, pesertanya terbatas hanya 5 pasang dan selalu penuh.

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah, semenjak rutin rutin berenang 2x seminggu pada trimester dua dan rajin senam hamil/yoga 2x seminggu setelah masuk trimester tiga, saya tidak pernah pegal-pegal ,sakit punggung ataupun mengalami keluhan persendian lainnya. Tubuh selalu terasa fit dan segar. Secara otomatis, pikiran dan emosi saya juga jadi lebih tenang dan positif. Mengutip peribahasa mens sana in corpore sano, penting banget bagi ibu hamil untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jiwa karena itu akan berpengaruh ke pikiran kita. Kalau pikiran kita positif dan emosi kita senang, kita akan melepaskan zat kimia yang membuat dedek bayi dalam perut turut merasa senang dan perkembangannya pun jadi lebih baik. Jangan malas berolahraga saat hamil ya, ibu-ibu.. Ayo semangaaat!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s