Kesederhanaan Akang Pecinta Gadget

Setiap manusia tentu ingin mencapai surga setelah kehidupan di dunianya berakhir, begitupun dengan saya. Kepercayaan yang saya yakini mengajarkan bahwa istri yang taat dan berbakti pada suami dijamin akan memiliki tiket menuju ke surga. Tentunya, saya ingin menjadi istri yang baik dan solehah agar memiliki tiket itu. Maka, setelah menikah, orang nomor satu dalam hidup saya adalah suami. Beruntunglah saya telah dianugerahi suami yang sederhana, baik, selalu mendahulukan istri dan keluarganya dibandingkan dirinya sendiri. Sifat ini membuat saya sangat menyayangi dirinya.

         Ayah dan suami di warung kopi

Selama beberapa tahun, Akang Ifan terkasih yang asli Sunda ini bekerja sebagai kurator seni di berbagai galeri Indonesia, tapi kecintaannya pada dunia kopi, membuatnya banting setir dan membuka warung kopi kecil-kecilan. Dia pun sangat menyukai dunia gadget dan selalu update dengan informasi gadget terkini. Jika ada waktu luang, dia akan mengutak-atik kameranya dan menangkap objek-objek simpel menjadi indah.

Di balik kesederhanaannya, saya yakin rasa penasaran Kang Ifan pada gadget terbaru, membuatnya ingin memiliki barang-barang tersebut. Tapi pada kenyataannya, dia lebih memilih membeli handphone dengan harga murah yang tidak tahan banting. “Yang penting bisa nelpon, whatsapp sama bales email ajalah” Katanya. Notebook miliknya pun adalah tipe lawas lungsuran dari ayahnya, yang jika kita membawanya di dalam ransel rasanya bagaikan membawa beberapa batu bata. Ya, itulah suami saya tersayang yang lebih memilih menginvestasikan uangnya untuk warung kopi atau kebutuhan keluarganya daripada membeli gadget berkualitas yang dia butuhkan walaupun dia mampu.  Apapun yang dia miliki, dia tidak pernah mengeluh dan selalu bersyukur sambil tersenyum,“Yang ini masih bisa dipake kok”. Oh, betapa baiknya suami tercinta ini.

 Jam tangan kesayangan

Di balik kesederhanaannya, suami saya yang gagah ini masih manusia biasa, dia sering menjatuhkan handphone-nya dimana saja dan kapan saja. Terjadilah drama layar mati, speaker rusak, dan badan handphone codet sana sini walaupun sudah pakai pelindung. Nasib yang sama pun terjadi pada jam tangan digitalnya. Karena sering kehujanan, layarnya rusak dan salah satu angka mati. Tapi, dirinya yang pantang menyerah dan tidak kenal lelah selalu mencoba memperbaiki handphone dan jam tangan itu sendiri. Dengan modal nonton tutorial di youtube, handphone rusak miliknya itu seringkali berhasil diperbaiki walaupun dengan tambahan karet gelang, selotip dan teman-temannya. Jam tangannya pun berhasil diperbaiki, walaupun si angka terkadang kedip-kedip centil. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa saya sangat sayang sama Kang Ifan. Orangnya serba bisa dalam melakukan apa saja selama dia berkemauan besar, terutama dalam hal memperbaiki barang. Alhamdulillah, jadi hemat, tidak perlu mampir ke tukang service.

Meskipun suami saya jago memperbaiki barang, saya yakin dalam hatinya pasti ada keinginan memiliki smartphone atau gadget berkualitas, tahan banting dan agak mahal. Karena setahu saya, barang elektronik yang bagus itu pasti mahal. Ada harga ada kualitas.  Andaikan saya punya penghasilan lebih, ingin rasanya menghadiahkan suami saya gadget berkualitas yang dia suka. Tinggal buka http://www.elevenia.co.id/ctg-mobile-phone-smartwatch lalu klik semua produk favoritnya. Cling! Beres, tunggu kiriman datang.

Tapi memang, cara kerja semesta tidak seperti itu. Apa yang kita inginkan, belum tentu yang kita butuhkan. Kadang kita selalu menginginkan lebih dan tidak puas dengan keadaan kita sekarang. Kita juga sering tidak menyadari bahwa kita telah dilimpahkan nikmat yang banyak dan semua tersedia di sekeliling kita.  Syukurilah apa yang kita miliki, karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Seperti saya yang mendapatkan Kang Ifan sebagai suami yang soleh, bukan Chaning Tatum. Saya banyak belajar dari suami saya dengan melihat kebiasaan dan caranya menghadapi berbagai hal dalam keseharian. Semoga ke depannya, saya bisa menjadi istri yang lebih baik lagi untuknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s