16 Minggu Penuh Cerita Seru

Jumpa kembali dengan saya, Ibu hamil pejuang melawan PCOS. Saat ini kehamilan saya sudah masuk 16 minggu atau 4 bulan. Layaknya wanita hamil pada umumnya, morning sickness menjadi teman setia saya selama 3 bulan lebih. Dulu, dalam penantian 5 tahun mencoba hamil, saya selalu penasaran saat melihat teman-teman saya yang hamil. Kaya apa sih rasanya morning sickness? Separah itukah rasa mualnya? Dan Alhamdulillah, akhirnyaa.. saya pun merasakan sendiri rasanya mual tiap saat. Bukan morning sickness lagi, ini sih everytime sickness judulnya. Tiap naik mobil, mual. Tiap cium bau menyengat, ingin muntah. Tiap lihat suami, mual juga. Tapi karena perjuangan 5 tahun untuk mendapatkan momongan, saya menikmati tiap prosesnya. Bersyukur masih bisa merasakan mual-mual seperti ini, tandanya janin di rahim saya sehat dan berkembang baik. Aku rela mual, mules, puyeng, asalkan kamu sehat, nak!

 

Perubahan lainnya yang cukup mencolok adalah jerawat. Ya! Jerawat besar-besar muncul di sekeliling wajah saya. Karena tidak mau pakai obat-obatan yang mengandung bahan kimia, saya mengoleskan minyak jarak (castor oil) tiap malam dan mencuci muka menggunakan sabun sulfur. Lumayan meredakan kemerahan dan mengeringkan jerawat, walaupun bintik-bintik itu tetap selalu muncul karena hormon progesteron yang sedang bergejolak. Sekali lagi, Aku rela jerawatan, asalkan kamu sehat, nak!

 

Kata suami, sejak awal hamil sampai 3 bulanan, sikap saya sedikit berubah. Cara bicara saya tegas tanpa basa basi, malas dandan, kadang kalau duduk seperti preman, galak kaya tukang palak, dan sukanya makanan tradisional (padahal saya pecinta western food). “Wah, ini sih cowok deh kayanya” dan ternyata setelah masuk kehamilan 16 minggu, dokter bilang kalau janinnya berkelamin laki-laki. Hore, insya allah saya bakal punya ‘jagoan’ di rumah!

Janin 16 minggu

Masuk 16 minggu, saya dan suami sepakat untuk pindah ke dokter perempuan. Pilihan jatuh ke dr. Yena M.Yuzar di RS Limijati. Karena sebelumnya selama beberapa tahun saya ditangani oleh dokter laki-laki, konsultasi dengan dr.Yena ini memunculkan suasana baru (sensasinya kaya iklan pewangi ruangan gitu deh). Orangnya ramah, sangat informatif, dan penjelasannya detail. Beliau bahkan memberikan nomor whatsapp yang bisa saya hubungi. Dan yang paling penting, biaya konsultasinya lebih murah daripada dokter santai Bpk Wiryawan, he he he he.. Biaya lahiran mahal cyin, soalnya. Jadi harus pintar-pintar atur keuangan. Apalagi saat harus cek darah di lab yang lumayan mahal. Karena janin ini adalah hasil inseminasi dan rahim saya kosong cukup lama,  dr.Yena menyarankan untuk tes darah sebagai tindakan pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan, tesnya cukup banyak seperti rhesus, kekentalan darah, tokso, dan lain lain yang saya tidak ingat karena saking banyaknya. Biaya total sekitar 3,7juta. Yuk, mari mulai menabung kembali.

Buat bumil-bumil yang berada di trimester pertama, semangat yah! Jangan sedih berteman dengan morning sickness (or everytime sickness), yang penting janinnya tumbuh sehat dan kuat. Dan semangat terus untuk menabung! Doakan saya dan janin sehat selalu yaaaa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s