Ikhtiar untuk Berbadan Dua (3): INSEMINASI

Awal bulan ini saya mulai menjalani proses inseminasi untuk pertama kalinya. Sekitar 2-3 minggu sebelumnya, saya sudah melakukan persiapan. Berasa mau hiking ke gunung, saya olahraga hampir setiap hari demi mematangkan sel telur. Zumba 2x seminggu ditambah lari pagi di hari lain kecuali hari Minggu. Makanan diperketat. No more sweets and dessert, yang dimana paling susah menahan godaannya karena penampakannya hadir disetiap sudut kota sembari melambai ke arah saya. (fyi, saya pencinta eh penggila makanan manis) Tapi demi punya anak, apapun saya lakukan. Walaupun itu harus makan sayur doang tiap hari.

Rencana awal , saya dan suami ingin konsultasi dengan dr.Tono di hari Jumat, sudah terbayang ruang prakter dokter yang penuh foto-foto beliau dengan Harleynya. Sayangnya, dr.Tono tidak praktek sampai hari Minggu, sedangkan saya sudah masuk haid hari kedua. Karena tidak mungkin menunggu dr. Tono praktek kembali. Akhirnya, kami memutuskan konsultasi dengan dr.Wiryawan. Inilah pertama kalinya kami bertemu dr. Wiryawan dan kesan dari saya, “Wow bro, you’re so cool.. santay kaya di pantai.. kaleum abis.” (dan terngiang-ngiang lagu reggae dari kejauhan).

Nah, mari lanjut ke tahapan proses inseminasi.

Pertama, selama haid hingga masa ovulasi, perut kita akan diberi suntikan yang berfungsi untuk mematangkan telur. Tenang saja, rasanya seperti digigit semut. Frekuensinya berbeda-beda tergantung kondisi telur pasien. Alhamdulillah, saya hanya perlu disuntik dua hari sekali, sedangkan  sebelumnya teman saya bercerita kalau dia harus disuntik setiap hari. Biaya sekali suntik Rp.1.370.000’- Lumayan yah kalau harus suntik setiap hari. Selain kudu siap mental dan fisik, harus siap keuangan juga. Pada masa suntik ini, dokterpun memberikan obat hormon yang diminum selama 5 hari saja (karena saya PCOS).

Kedua, Setelah 2 minggu, di hari ke-14 haid, saya diberi cairan pemecah telur yang disuntik di panggul. Nah, yang ini lumayan rada ngilu. Tips: sebaiknya pakai rok atau celana longgar supaya tidak salah tingkah setelah disuntik. Biaya suntik ini hanya Rp.400.000, tidak semahal yang sebelumnya.  Dua hari setelah itu baru tindakan inseminasinya, dengan harapan indung telur sudah pecah dan mengeluarkan telur matang yang siap dibuahi.

Ketiga, Inseminasi. Sebelum tindakan, suami diberi wadah tertutup dan diminta masuk ke kamar khusus. (Semangat berjuaang!!) Setelah itu, kami menunggu sekitar 2jam sampai hasil sperma yang telah dicuci siap untuk proses inseminasi. Tindakannya hanya memakan waktu 5 menit dan samasekali tidak sakit (menurut saya). Setelah disuntikan sperma melalui kateter,saya hanya perlu berbaring selama 15-20 menit untuk memberikan waktu bagi panglima sperma mencari telur yang sudah matang. Selama berbaring sebaiknya istigfar, zikir dan berdoa bagi yang muslim. Karena berhasil tidaknya itu semua hanya Allah yang menentukan.

Nah, selama pasca inseminasi, saya mendapat banyak masukan yang berbeda. Beberapa teman menyarankan saya untuk bedrest selama 1-2 minggu, sedangkan beberapa teman blogger yang sudah melakukan inseminasi dan berhasil hamil, tetap melakukan aktivitas seperti biasa, bahkan ada yang langsung keluar kota naik pesawat. Mungkin ini tergantung dari kondisi fisik masing-masing ya.

20 menit setelah tindakan, saya tanya ke dokter

“boleh olahraga ga, dok?” sambil berdiri bayar di kasir

“janganlah” sambil duduk santai di depan kasir main handphone

“kapan dong boleh mulai olahraga lagi?”

“Yaa.. semingguan lah”

“Ooh.. siap, pak dokter”

“Ibu duduk atuh bu, emang udah 20 menit di dalem? Ko malah berdiri”

“Iih udah dokter, kata suster udah ko”

“Masa sih? Ga kerasa ya..” lalu fokus kembali pada handphone

Dan terngiang-ngiang lagu reggae di kepala saya.. yo yo yo yooow. Santai kaya di pantai.

Bagaimana dengan biaya?  Tindakan inseminasi ini menghabiskan sekitar Rp.2.800.000’- sudah termasuk obat penguat rahim pasca insem. Jadi total seluruh biaya termasuk konsultasi dokter, obat dan suntikan adalah 9 jutaan. Total biaya inseminasi pasti berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kebutuhan suntik yang diperlukan.

Mari menabung bagi yang mau inseminasi. Selain kesehatan fisik, jangan lupa untuk mempersiapkan mental juga. Menurut saya, ini yang paling penting. Pikiran kita mempengaruhi apa yang terjadi di dalam tubuh kita. Semakin tenang dan ikhlas, tubuh pun semakin sehat. Kalau kita stress, kita jadi mudah lelah, dan ketika kita capek, besar kemungkinan gagalnya. Semangat berjuang, ibu-ibu hebat PCOS! Kita tahu ini adalah never ending story, karena PCOS akan selalu bersama kita sampai akhir hayat. Tapi, bukan berarti kita menyerah begitu saja. Tetap berjuang dan percaya dengan Allah. Karena Allah paling tahu apa yang terbaik dan yang kita butuhkan.

Saat tulisan ini diposting, saya masih bedrest dan harap-harap cemas menunggu sekitar seminggu lagi untuk melakukan tes hasil. Doakan saya yah, semangat berjuang juga untuk calon ibu lainnya yang mau dan sudah melakukan inseminasi.

Advertisements

5 thoughts on “Ikhtiar untuk Berbadan Dua (3): INSEMINASI

  1. semangat Rhily, semoga berhasil! bismillah…semoga Allah meridhai ❤ kakak dan kakak iparku juga di tahun 2014 program, kebetulan dengan Dr.Tono, tapi sepertinya belum berbuah manis… Sekarang kakak & ipar menikmati masa bulan madu lagi, sambil mengumpulkan tenaga dan menyiapkan mental untuk ikhtiar kembali. Semangat semua pasangan pejuang ivf! semoga sehat selalu ya Rhil!

    • Hai Diani.. In Shaa Allah smangat terus hehe makasih ya doanya. Smoga kakak2mu jg segera diberi momongan. Aamiin. Sehat2 jg yaa untukmuuu 😊😊😊

  2. bismillah.. alhamdulillah sukses ya mbak inseminasinya.. sebelumnya salam knl dulu ya.
    liat post an mbak jd inget 9 thn lalu. sy juga di sarankan inseminasi tp saya takut.. alhamdulillah taqdir allah saya sekarang memiliki 2 org anak ..alhamdulillah.. semoga mbak sehat teruss n baby nya sehat sempurna.. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s