Kilas Balik untuk Renungan Sedetik : Jawaban akan Pertanyaan tentang Tuhan

20140929_183101Beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum saya memakai jilbab, saat kalbu masih tertutup debu tebal, saat saya masih terbuai akan kenimatan dunia. Sempat saya mempertanyakan keberadaan Tuhan. Mengapa kesenangan yang saya miliki ini semu? Mengapa hati  saya tetap kosong dan hampa walaupun saya berada di tengah-tengah hiburan dan euphoria duniawi? Saya merasa sendiri. Seperti ada yang hilang. Seperti ada lubang besar dalam hati saya.

Puncaknya, adalah ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan yang saya inginkan. Saya tidak bisa menerima jalan hidup yang telah dipilihkan olehNya. Kekecewaan selalu hadir saat saya sudah berusaha sekuat tenaga dan sepenuh jiwa untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, apa yang saya impikan, tapi tidak tercapai. Semakin saya marah dan kecewa, semakin cobaan dan ujian datang bertubi-tubi.

Kekecewaan dan amarah membuat saya jauh dariNya. Saya tidak ingin mendekatkan diri padaNya. Lalu memilih menjalani hidup tanpa tujuan dan pegangan yang jelas. Terlalu angkuh untuk menyadari bahwa saya adalah manusia makhluk Tuhan yang butuh bimbinganNya, saya merasa hebat dan bisa bahagia tanpa pertolonganNya. Sungguh, saat itu saya adalah budak kesombongan.

Tapi, ternyata kasih sayang Tuhan pada saya sangat besar. Sejauh apapun saya berusaha lari dariNya, Dia tetap memberikan cahaya kecil di hati saya, untuk kembali melakukan shalat. Dalam rasa penuh amarah dan kekecewaan, akhirnya saya memaksakan diri untuk shalat, walaupun tidak yakin.

Kemudian, saya kembali ragu..

Ketika saya mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam shalat saya, detik itu juga, daun pintu jendela musholla yang terbuat dari kayu di belakang saya terbuka oleh angin. Cahaya matahari masuk menerangi sajadah saya. Sangat terang, bahkan terlihat seperti sajadah itu yang memancarkan cahaya. Ketika itu pula badan saya bergetar, hati saya tersentuh. Air mata mengalir tiada henti hingga akhir shalat. Saya bersimpuh, memohon ampunan karena sempat berpaling dan meragukan kasih-Nya.

Sungguh lembut dan indah bagaimana caraMu menegur saya, Ya Allah. Hanya saya yang tidak cukup peduli untuk membaca tanda-tanda dan petunjuk dariMu.

“Telah semakin dekat kepada manusia, perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)” Al-Anbiya ayat 1

“Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal”  Taha  ayat 131

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertaqwa.” Taha ayat 132

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s