Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan

20141003_135711

Artikel ini merupakan versi ringan dari thesis saya dan dimuat dalam Scarf Magazine vol.10 Oktober 2014

Salah satu ruang yang menjadi kebutuhan pokok di dalam rumah tinggal adalah dapur. Setiap hari, kita hampir selalu beraktifitas dalam ruang ini. Area dapur sangat penting keberadaannya karena kegiatan memasak, menyimpan makanan, dan mencuci alat masak dilakukan disini. Tanpa kita sadari, dapur menghasilkan polusi, sampah dan limbah dapur seperti polusi udara, polusi suara, limbah air, sampah kemasan dan sisa bahan makanan.

Untuk mengurangi berbagai polusi yang merugikan, kita dapat menerapkan gaya hidup hijau (green lifestyle) dengan konsep reduce- reuse- recycle dalam keseharian kita, terutama dalam berkegiatan di dapur. Tujuannya adalah untuk menghemat energi, mencegah krisis air, mengurangi polusi udara, dan mengatasi permasalahan sampah. Menjadikan dapur sehat dan ramah lingkungan di rumah kita, dapat dimaksimalkan dengan mengorganisir ulang tata letak dapur serta menambahkan beberapa fasilitas.

Material Dapur

sumber: www.recycledinteriors.org

Jika anda akan membangun atau merenovasi dapur, anda dapat menggunakan bambu atau kayu tanpa finishing yang telah dilegalisasi sebagai bahan material lantai, meja dan lemari dapur. Dengan menggunakan kayu bersertifikat, kita turut peduli dengan lingkungan. Selain itu, kayu tanpa finishing lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia dan dapat didaur-ulang. Alternatif lain, gunakan kayu bekas untuk mencapai kesan shabby chic atau edgy di dapur anda.

Sirkulasi Udara dan Pencahayaan

sumber: www.kndesigns.co.uk

Memasak akan menghasilkan asap yang cukup banyak. Jika ventilasi dan bukaan jendela tidak memadai, asap dapat mengganggu pernafasan kita.  Solusinya, anda dapat menambahkan kipas angin (exhaust fan), penghisap asap (cooker hood) dan penyaring udara (air filter). Untuk pencahayaan, manfaatkan  cahaya yang didapatkan melalui bukaan dan jendela dinding. Jika ingin menghemat listrik, anda dapat membuat jendela pada langit-langit dapur. Selain sebagai penerangan, cahaya matahari yang masuk melalui jendela langit-langit akan mengurangi kelembaban pada dapur dan mencegah munculnya jamur.

Fasilitas Pembuangan Sampah

sumber: www.multivu.com

Selama proses memasak, kita akan menghasilkan berbagai jenis sampah seperti plastik, kaleng, bahan makanan, dan lainnya. Siapkan dua atau tiga tempat sampah untuk membuang sampah berdasarkan jenisnya.  Selanjutnya, sisa sampah organik dan makanan sebaiknya dimasukan ke dalam lubang biopori, yaitu lubang berbentuk silindris berdiameter 10 cm yang digali di kebun atau halaman anda dengan kedalaman satu meter. Tujuannya untuk mengubah sampah organik menjadi kompos.  Alternatif lain, Anda dapat menggunakan tempat sampah kompos yang dapat diletakan di dalam ruang.

Peralatan Dapur

sumber: www.beautifulkitchensblog.co.uk

Saat ini telah banyak produk-produk dapur ramah lingkungan yang dijual di pasaran. Gunakanlah kompor gas atau kompor listrik hemat energi, ganti oven konvensional anda dengan pemanggang listrik kecil yang dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Penggunaan lemari es yang baik pun berpengaruh terhadap penggunaan energi.  Salah satu keuntungan dengan menggunakan alat-alat dapur yang ramah lingkungan adalah mengurangi tagihan listrik Anda.

Bahan makanan

Akan lebih bermanfaat dan hemat jika kita dapat menanam dua atau tiga sayuran di dapur sehingga rumah terisi dengan oksigen yang segar sepanjang hari. Selain itu, sayuran yang sudah matang dapat langsung dimasak sebagai lauk sehat bagi keluarga kita. Dalam memilih bahan makanan kemasan, anda dapat memperhatikan beberapa hal yang mendukung konsep reduce- reuse- recycle misalnya dengan mengurangi pemakaian bahan yang menghasilkan banyak sampah, meminimalkan pemakaian tas plastik, menggunakan kembali kotak atau kardus, botol dan wadah plastik, serta memilih kemasan yang dapat didaur ulang (bertanda segitiga daur ulang).

Setelah memiliki fasilitas dan interior dapur yang sehat dan ramah lingkungan, tentu saja kita perlu melengkapinya dengan sikap dan perilaku disiplin dari pengguna dapur seperti membuang sampah berdasarkan jenisnya, mematikan air, lampu dan peralatan dapur bila tidak digunakan, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang turut mendukung terciptanya gaya hidup ramah lingkungan.

Sumber gambar:

http://www.recycledinteriors.org

http://www.kndesigns.co.uk

http://www.multivu.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s