Gaya Desain dalam Interior

vol 7

Dimuat dalam SCARF Magz Vol 7 Maret 2014

Salah satu cara dalam mengekspresikan karakter kepribadian adalah melalui pilihan gaya berbusana. Banyak sekali gaya yang menjadi inspirasi dalam pakaian sehari-hari seperti chic, vintage, edgy, casual dan lainnya. Menariknya, berbagai gaya ini dapat dimunculkan pula dalam dekorasi ruang di rumah Anda.  Tidak perlu membuang seluruh barang yang Anda miliki dan menggantinya dengan yang baru. Cukup dengan memberikan sentuhan kecil seperti menambahkan elemen interior atau pernak-pernik yang mendukung, ruangan Anda pasti akan tampil beda dan selaras dengan gaya berbusana Anda.

 

Edgy

BOLD showroom, dubai (sumber praylovedesigndubai.files.wordpress.com)

Edgy adalah segala sesuatu yang berani, unik, inovatif, serta berada di antara keindahan dan ketidakwajaran. Aplikasinya tentu berbeda bagi tiap orang, sesuai dengan selera dan karakter mereka. Jika anda menyukai busana warna hitam, jaket kulit dan pernak-pernik studded, maka Anda termasuk dalam gaya ini. Dalam desain interior, biasanya edgy didominasi oleh logam, bahan kulit, serta warna hitam dan aksen warna bold.  Kadang mural, lukisan dinding atau barang-barang yang nyeleneh dapat menjadi pelengkap interior. Gunakan sedikit warna terang sebagai kontras sekaligus aksen  yang dapat menjadi daya tarik diantara warna hitam dan permanis dengan hiasan yang eksentrik untuk mendapatkan dekorasi bergaya edgy.

Vintage

shabby chic(sumber pandashouse.com)

Tema ini memiliki model klasik atau antik yang menghadirkan suasana kembali ke masa lalu. Banyak sekali gaya yang bertemakan vintage, salah satunya adalah Shabby Chic yang cukup populer dan menjadi tren saat ini. Ciri khas utamanya adalah warna putih dan pastel yang lembut dikombinasikan dengan motif bunga, polkadot ataupun garis-garis sehingga memberikan suasana ringan, feminim, dan ramah. Keindahannya membuat gaya ini sangat digemari oleh para wanita. Dalam dekorasi ruang, diperlukan pemilihan furnitur yang tepat, serta detail pernak-pernik dan aksesoris model antik. Biasanya barang-barang dengan penampakan usang ataupun ‘sudah lama terpakai’ dapat menjadi pelengkap, seperti lemari yang warnanya sudah tidak rata, tempat lilin, pigura foto, ataupun wadah pastel berukir.

Ethnic

MarrakechNewYorkLobbyLounge (sumber httpwww.quinnandco.com)

Gaya ethnic diekspresikan dengan penggunaan motif-motif, aksesoris, serta ukiran yang berasal dari Asia, India, Maroko, hingga Amerika Latin. Terdapat sekitar ratusan bahkan ribuan ciri khas dari berbagai daerah yang menarik untuk dieksplorasi. Nama lain gaya ethnic dalam desain interior adalah global interior. Aplikasinya dalam dekorasi ruang sangat beragam. Anda dapat berkreasi tanpa batas sesuai dengan selera, mulai dari dekorasi yang sederhana hingga tampilan ramai. Dalam mendekor gaya ethnic, Anda perlu menetapkan ide agar ruangan tetap harmonis. Tentukanlah pilihan berdasarkan tema warna atau sebuah negara, sehingga memudahkan Anda untuk tetap fokus. Selain furnitur ukiran, material tekstil dengan ciri khas suatu daerah sangat mendukung penampilan ethnic. Penerapannya dapat diwujudkan melalui bantal, gorden, karpet serta hiasan dinding atau wallpaper.

Sumber gambar:

BOLD showroom, dubai (sumber praylovedesigndubai.files.wordpress.com)

Shabby chic (sumber: pandashouse.com)

Marrakech New York Lobby Lounge (sumber: quinnandco.com)

Advertisements

One thought on “Gaya Desain dalam Interior

  1. Ya, motif bunga selalu menjadi pilihan karena lebih menambahn keindahan dan kesegaran pada ruangan dibandingkan dengan motif lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s