Hai Rumah Baru! (part 1)

Image

Dus bertumpuk di rumah baru, jadi pekerjaan rumah nih!

Pindah rumah sungguh membuat tenaga dan pikiran terkuras. Yang membuat bingung adalah memindahkan barang-barang dari rumah eyang seluas 1000m2 ke rumah baru yang luasnya hanya 250 m2. Walaupun barang-barang milik eyang sudah dibagikan kepada lima anaknya, tetap saja jumlah sisanya tidak sedikit.  Sisa barang itu rencananya akan masuk ke garage sale di hari terakhir pindahan, semoga pengunjungnya banyak dan barang eyang diurus dengan baik oleh pemilik baru. Di rumah mungil kami yang baru,  furnitur milik eyang  terlihat sangat besar dan ruangan jadi terasa sesak. Bahkan ada lemari yang tidak bisa masuk ke ruang tertentu, mau tak mau lemari itu harus dirombak dan didesain ulang. Jika dilihat sekilas, ruang modern minimalis dengan furniture klasik sangat bertolak belakang. Bentuk-bentuk clean, geometris, sederhana berkesan ringan bertemu dengan detail ukiran rumit, gelap, berkesan berat membuat mata lelah. Tapi itu harus bisa diakali. Sebagai seorang lulusan desain interior, saya harus bisa mengintegrasikan kedua unsur tersebut (buat apa sekolah lama-lama kalau masalah begini tidak bisa dipecahkan!). Itu menjadi PR saya disela-sela kesibukan saya membongkar barang dan menyusunnya di rumah baru.

Selama 25 tahun saya tinggal di rumah eyang, sedih rasanya harus berpisah dengan rumah tersebut. Bukan karena pekarangannya yang sangat luas, bukan karena ukuran kamarnya yang super besar, tapi karena beribu kenangan yang terjadi di dalam rumah tersebut. Saya ingat tiap tahun ketika lebaran rumah ini selalu jadi basecamp keluarga besar untuk berkumpul sambil arisan. Saya ingat hari lamaran ketika rombongan keluarga Ifan datang dan duduk di ruang depan, saya menunggu di kamar kakak dengan tegang. Saya ingat sehari sebelum menikah, saya mengadakan acara malam bainai dengan dekorasi ruang yang sangat indah. Saya ingat ketika merayakan ulang tahun kelimabelas, saya melemparkan banyak tissue toilet ke seluruh ruangan untuk dekorasi ruang dan memecahkan bohlam lampu gantung. Saat itu seluruh ruang depan saya kudeta untuk saya dan teman-teman saja.  Oke, mungkin saya akan menceritakan kisah-kisah kenakalan remaja saya di sesi yang lain. Kembali ke topik pindah rumah. Satu persatu barang-barang menghilang dari tempatnya, serasa ada yang hilang dalam diri saya. Semakin sepi barang di rumah eyang, semakin saya mengingat memori semasa kecil.  Sedih sekali. Apalagi ketika teringat malam eyang putri meninggal dunia. Rasanya baru kemarin mendengar teriakan pembantu memanggil-manggil “Ndoro Putri” berulang-ulang ketika menemukan sesosok tubuh terbaring di sajadah setelah shalat subuh. Seketika pagi hari itu tidak cerah seperti biasanya. Semoga perpisahan kami dengan rumah eyang, tidak membuat kenangan indah ini hilang.

Image

kasurnya dibungkus plastik 🙂

Saking banyaknya barang-barang di rumah eyang, ibu saya dan saudaranya menyewa jasa pindah rumah. Namanya Mitra Mover, yang ditangani oleh Pak Ari dan tim. Saya kagum dengan cara kerja tim ini. Mereka bekerja dengan cepat,  rapi dan sangat hati-hati. Semua barang dibungkus dengan rapi sebelum dipindahkan. Khusus untuk furnitur antik, mereka membungkusnya dengan kain tebal sehingga barang tersebut tidak lecet dan rusak, kasur pun dibungkus oleh plastik supaya tidak kotor. Hebatnya lagi, mereka bekerja secara silent (tidak berisik atau teriak-teriak), yaah.. kecuali pekerja usia remaja di dua hari terakhir – yang menurut saya, mereka adalah pekerja bayaran karena tidak pakai seragam, tapi mereka masih tetap sopan. Hampir semua barang sudah dipindahkan hanya dalam waktu 3 hari saja. Tinggal giliran saya menata ulang barang-barang itu agar sesuai dengan ruangan yang modern minimalis. Perjalanan masih panjang sampai rumah yang baru menjadi nyaman. Sampai disini dulu… Cerita ini akan saya lanjutkan setelah masa pindahan berakhir dan rumah sudah tertata dengan rapi.. Semangaaat!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s