Spooky Stories

Cerita ini berawal ketika rumah orangtua dari Ibu saya akan dijual. Rumah belanda ini telah berumur lebih dari 50 tahun, begitu pula dengan furniture yang ada di dalamnya. Meja makan dari kayu jati, patung bebentuk manusia dan hewan, lukisan-lukisan tua, lemari jam besar  dan hiasan dinding wanita jawa- belanda memenuhi sudut-sudut rumah. Banyak kamar kosong semenjak kakek dan nenek saya meninggal. Akhirnya kamar-kamar itu hanya dijadikan gudang dan beberapa dibiarkan begitu saja,  sesekali dibersihkan. Selama 15 tahun, penghuni rumah itu hanya Ayah, ibu, saya dan kakak saya beserta dua orang pembantu. Terlalu besar hanya untuk 6 orang. Setelah menikah, kakak saya pindah ke Jakarta, jadi hanya tinggal kami berlima. Dan setelah saya menikah, saya dan suami tinggal sementara di rumah ini sekaligus membantu orangtua saya pindahan.

Cerita pertama

Sore hari di rumah, suami saya duduk santai menonton TV dan dua orang pembantu kami sepertia biasa beraktivitas di belakang rumah. tidak  ada orang lain hanya mereka bertiga saat itu. Tiba-tiba suami saya mendengar ada suara laki-laki sedang berdiskusi. Karena penasaran, dia mendatangi arah suara itu, tapi ternyata.. ruang depan kosong, tidak ada siapapun. Suami saya kembali duduk dan nonton TV. Beberapa saat kemudian, suami saya kembali mendengar suara orang mengguman, kali ini datangnya dari kamar kakak saya yang letaknya bersebelahan dengan ruang depan. Ia mendatangi kamar tersebut, dan ternyata.. tidak ada siapapun.

Image

Cerita kedua

Malam hari, saya dan suami nonton TV, kami duduk diatas sofa yang berbeda. Image

“Yang, gempa yah?”

Saya tidak merasakan apapun “engga ah.. lampu gantungnya ga goyang tuh!”

“gempa ah.. gempa”

“engga ah.. aku ga ngerasain apa2.. lagian barang2 juga ga ada yang goyang2 kok”

Hening.. saya kembali nonton TV. Suami saya bilang, ternyata yang bergetar dan bergoyang hanya sofa yang dia duduki saja.

Cerita ketiga

Image

Sore itu, tante saya dari Semarang datang untuk membantu kami packing barang-barang milik kakek dan nenek. Semua barang sudah diberi label nama, ada beberapa barang milik almarhum yang di-request oleh kakak dan adik Ibu saya. Rata-rata semua hiasan, patung, foto, dan furniture sudah dipisah-pisahkan berdasarkan label nama. Ada satu hiasan di pojok ruangan yang rupanya terlupakan. Hiasan itu adalah pohon pisang yang terbuat dari kayu. Saat itu semua jendela tertutup, tidak ada angin yang berhembus, tapi… tante dan dua orang pembantu saya, melihat dengan jelas, salah satu daun pisang dari kayu itu, bergoyang dan melambai-lambai ke arah mereka. Seolah-olah memanggil untuk jangan melupakan dirinya.

Cerita keempat

ImageHari itu adalah hari pembersihan hiasan-hiasan patung kecil di dalam lemari besar. Ada satu patung porselen wanita belanda yang memiliki kunci pemutar di bawahnya. Jika kunci itu diputar, maka terdengarlah lagu klasik (seperti lagu kotak perhiasan yang sering kita dengar di film-film horror). Siang itu, Bude saya, yang juga ikut membantu, memutar kunci itu berkali-kali, tapi tidak ada suara yang keluar. Yah, mungkin rusak, karena itu adalah barang tua.  Malamnya sekitar pukul satu. Seperti biasa, saya dan suami nonton TV di ruang tengah.. film seri favorit kami, How I meet Your Mother episode 8 lagi seru-serunya. Tiba-tiba… Ting! Ting! Tung! Ting! Ting! ….. lagu klasik horror terdengar entah darimana. Tubuh saya panas seketika, suami saya marah sambil mencari sumber suara. Patung itu bersuara. Suami saya memutar-mutar kuncinya untuk mematikan lagu itu, tapi percuma. Lagu itu terus berputar selama kami menonton TV. Keesokan harinya, ayah saya mencoba memutar kunci tersebut. Tapi patung itu diam saja. tidak ada lagu yang terdengar. Yah, mungkin sedang tidak mood untuk bernyanyi.

Cerita kelima

ImageIni adalah kejadian yang paling menyeramkan menurut kami. Saya dan suami untuk sementara tinggal di kamar bekas kakek dan nenek saya. Di pojok kamar itu, ada brankas besi tua berukuran 60 x 60 x 150 cm. Untuk membuka brankas dibutuhkan kunci dan kode dengan cara memutar kenop. Keluarga ibu saya mempunyai kebiasaan, selalu berdua atau bertiga dengan kakak atau adik mereka jika akan membuka brankas tersebut. Terakhir kali brankas itu dibuka ketika paman saya akan menikah, yaitu sekitar 7 tahun yang lalu. Bude dan Ibu saya yakin bahwa kode tersebut tidak pernah mereka ubah nomornya. Sebulan yang lalu, paman dan bude mencoba membuka brankas itu, tapi anehnya, brankas itu tidak bisa dibuka, selama beberapa minggu berkali-kali mereka mencoba membuka, tapi tetap tidak bisa.  Kami terpaksa memanggil ahli kunci khusus yang mengerti seluk beluk brankas tua. Setelah sang ahli melihat brankas itu, ia kembali ke kantornya untuk mengambil peralatan, akhirnya brankas tersebut berhasil dibuka dengan cara dibor. Lecet sedikit di bagian depan tak apalah. Sebelum ahli kunci itu pergi, ia sempat bilang ke bude, ternyata brankas itu bukan rusak, tetapi nomor kodenya telah berubah. Bude bingung karena tidak ada orang yang merubah kodenya, lagipula orang yang terakhir kali membuka brankas adalah dia dan ibu saya. Saat itu bude hanya meminta kode baru ke ahli kunci tanpa melihat nomornya, dan langsung memasukan kertas kode ke tasnya. Sehari tanpa sadar akan kehadiran si kertas di dalam tas, barulah malam hari bude melihat nomor kode yang baru. Bude terkejut karena melihat kode tersebut adalah angka hari lahirnya, tapi tunggu.. ada yang janggal, di belakang kode itu ada angka 2. Diperiksa lagi, tanggal bulan dan tahun sudah benar, tetapi kenapa ada angka 2 dibelakang tahun kelahiran bude? Dan semakin terkejutnya bude setelah menyadari, bahwa angka 2 itu adalah penegas bahwa bude adalah anak kedua, padahal, kakaknya bude (anak pertama) sudah meninggal ketika masih bayi. Tidak sembarang orang tahu bahwa bude adalah anak kedua, hanya keluarga saja, sedangkan keluarga.. tidak ada yang merubah kode brankas itu. Belum selesai sampai disitu, kami juga menemukan kejanggalan lain. Untuk merubah kode dibutuhkan kunci khusus, sedangkan kunci khusus itu selama ini…………. ada di dalam brankas itu sendiri.

Advertisements

8 thoughts on “Spooky Stories

  1. teeeeegang bacanya!!! gw lg d rmh nenek gw pas baca, yg juga sudah tua dan usang….dan banyak barang kuno, untung sebelah gw ada nada, langsung ajah gw ciumin!!! hehehehe

    • hahaha.. nada sampe dibawa2.. serem sih serem tp sedih juga Teh, berpisah dgn rumah ini.. huhu.. pisah ama temen2 di prodi juga jadi makin sediiih huhuhu *curcol hihi

  2. Bok.. serem bangeettt… hahaha.. iya gw paling takut jg yang cerita terakhir Rhil.. Hantunya kok keren ya.. semacam pake trik2 di film2 detektif hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s